SM-3T : The Life Part 2


Hello, welcome to the third part of my SM-3T written documentary (?????) lol

So, I've written about the beginning of my life at my new school and village, so I'll elaborate more about both my school and daily life the in different part. For part 2, I'll explain my school life and for the Part 3, I'll explain my daily life.

Okay let's get into it....

Jadi saya diterima untuk mengabdi di sebuah sekolah di desa Mendika, Kecamatan Damai, Kab. Kutai Barat. Sekolah saya adalah sekolah swasta bernama SMA Sari Mentanang Damai. Saya mendapat cerita tentang sekolah ini dari kepala sekolah yaitu Pak Yos, di perjalanan menjemput teman saya Ryma.  Jadi SMA Sari Mentanang Damai adalah satu-satunya sekolah swasta di Kutai Barat. SMA ini hanya memiliki sekitar 10 guru saja. Sangat kurang bukan? Yah walaupun sekolah tersebut hanya memiliki 3 kelas, namu jumlah pelajaran yang wajib diajarkan sama saja bukan? Karena itu tidak ada satu guru yang mengampu satu tanggung jawab saja. Setiap guru pasti mengampu 2 bahkan sampe 4 tanggung jawab. Saya jadi merasa tertantang hahahahaha namun saya tetap berdoa dalam hati agar tidak mengajar Matematika atau Fisika. They are my worst enemies!

Okay, setelah saya dan Ryma sampai di tempat kami tinggal yaitu di rumah pastory salah satu pendeta di desa Mendika, saya bertemu dengan teman seperjuangan dari Undana yang juga rekan Ryma bernama Arif. 

Hari pertama saya menginjakkan kaki di SMA Sari Mentanag, saya melihat beberapa anak yang sudah berada di sana. Yah, seperti yang dilakukan orang baru kebanyakan, saya langsung cas cis cus sok akrab hahahahahaa Saya tanya ini-itu lah kepada mereka karena memang belum ada guru yang datang. It was just three of us there lol

Pukul 09.00 WITA, saya dipanggil karena rapat pembagian tugas yang baru akan dilaksanakan. Saya, Ryma dan Arif duduk berderetan di sebuah sofa tua di ruang guru. Setelah pembukaan berupa doa, kami disuruh cerita satu persatu tentang prakondisi dll. Pas saya cerita kalau saya ditolak 2 sekolah , wah saya mendapat simpati banyak wkwkwkww saya sih nggak begitu mempersalahkan lagi karena sudah dapat sekolah, tapi guru-guru merasa kasihan karena saya ditolak hahaha

Saya diberi tanggung jawab untuk mengajar Bahasa Inggris kelas XI dan XII dan Pendidikan Kewarganegaraan kelas XII dan saya menerima itu dengan senang hati. Tak disangka, murid-murid yang saya ajak bicara tadi pagi adalah murid kelas XI jadi setidaknya saya sudah kenal beberapa dari mereka. 

Hari pertama saya masuk kelas, saya hanya perkenalan dan bertanya bagaimana guru-guru mereka mengajar selama ini, sampai mana materi dan yang lain. Hal ini saya lakukan agar saya bisa merencanakan pembelajaran yang menarik dengan media yang menarik juga. Jujur saya mengerti ketika jawaban anak-anak hanya sebatas "mencatat, Bu." Yah mau bagaimana lagi.

Akhirnya saya berusaha setidaknya memberikan beberapa hal yang saya dapatkan di bangku kuliah dan prakondisi dalam beberapa sesi pembelajaran. Saya bersyukur saya membawa speaker saya sehingga saya bisa menerapkan listening section di setiap materi. Saya juga berusaha membuat games seperti find words, scrabble, cross word, matching dll. Games itu saya kemas dengan kertas warna dan gambar. Saya sangat bersyukur murid-murid senang dengan metode saya.

Ngomong-ngomong soal speaker, saya dan teman-teman membuat kegiatan senam rutin setiap hari jumat dan karena tidak ada speaker jadi speaker mungil listening saya lah yang dipake. Alhasill.... Viola, jebol dan rusak wkwkwkwkw tapi ya nggak apa-apa lah. Sudah lah, hitung-hitung saya sumbangkan.

Saya tidak ingin membahas hal-hal negative namun saya akan menyinggung hal yang menjadi dasar kemajuan suatu wilayah dalam segala aspek. Hal itu adalah masalah dicipline. Pribadi yang disiplin memiliki niat dan etos belajar/bekerja yang jaub lebih baik dari orang biasa. Pribadi ini akan menghasilkan hasil kerja yang baik pula. Sifat ini sangat susah ditemui di tempat saya mengabdi. Namun, alhamdulillah ketika saya masuk kelas, 80% siswa di kelas yang saya ampu selalu masuk semua anak-anaknya.

Ini beberapa foto murid didik saya dulu




Selain senam, kami juga membuat suatu majalah dinding. Di gambar no tiga, bisa dilihat itu murid-murid saya yang lucu-lucu sedang buat mading ayayayay
Saya selalu diajarkan oleh ayah saya untuk menjadi pribadi yang disiplin, tepat waktu dan kerja keras. Maka dari itu saya selalu berusaha untuk berangkat setiap hari walau tidak ada jam mengajar. Saya juga selalu berangkat sebelum jam 07.30 WITA jam masuk sekolah. Saya tipe orang yang sebenci apapun dengan tugas yang diberikan saya akan kerjakan dengan sebaik-baiknya dan saya harap saya tidak mengecewakan ketika saya mengabdi di sana.

TBC
Share on Google Plus

About Shinta Devi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 comments:

Post a Comment