SM-3T : The Life Part 3F (Jalan-Jalan)


Welcome to Part 3F, in this section I'd like to share two of stunning waterfalls I visited during my SM-3T. Yeah, of course I went to a vacation hahahhaha No way in hell I would waste the beauty of East Borneo. 

Okay, jadi ketika libur semester 1 tiba, saya dan teman-teman berencana mengunjungi dia air terjun yang berada di daerah Sendawar. Ya yang paling dekat lah, secara dekat juga jaraknya sangat jauh dibanding Jawa. Jadi kami mengajak salah satu siswa bernama Yoga sebagai pemandu kami.

Air terjun pertama yang kami kunjungi adalah Jantur Inar. Hal yang paling mengasikkan dari Jantur Inar adalah letaknya yang di tengah hutan, sehingga pengalaman dari gerbang ke air terjunnya merupakan pengalaman mendaki dadakan. Melelahkan memang namun menyenangkan.


Untuk mencapai air terjun, kami menuruni anak tanggak yang sangat banyak dan sangat mengerikan. Kenapa? Karena anak tangga yang ada terbuat dari kayu dan sudah keropos sekali. Jadi kami harus sangat berhati-hati kalau tidak ingin masuk jurang. Banyaknya anak tangga ini juga membuat kami saling pandang karena naiknya pasi akan sangaaaat melelahkan hahahaha

Jantur Inar merupakan air terjun tertinggi di Kutai Barat dan dulu sangat berjaya dan menjadi salah satu andalan wisata kabupaten ini. Namun kini, meski air terjun ini sangat menawan, perawatan tidak lagi diperhatikan. Mungkin salah satu penyebabnya adalah turis yang tidak lagi mengunjungi tempat wisata ini. Tempat yang sangat pelosok dan jalan yang cukup berbahaya untuk turun menuju air terjun sangat tidak cocok untuk anak-anak. Saya hanya berharap pemerintah segera mengambil tidakan karena sangat sayang kalau sampai terlantar wisata ini.

Jantur Inar


Ada yang menarik dari asal usul Jantur Inar. Menurut orang-orang setempat, nama Jantur Inar diambil dari nama seorang gadis yang tewas di air terjun tersebut. Dikatakan pula apabila berada di lingkungan air terjun harus berhati-hati apalagi kalau menjelang malam diharapkan untuk meninggalkan tempat itu, karena dikabarkan arwah si gadis bernama Inar menjadi penunggu air terjun tersebut.

Air terjun yang kedua adalah Jantur Mapan yang berada cukup jauh dari Jantur Inar. Berbeda dengan Jantur Inar, Jantur Mapan ini air terjun yang sangat pendek, mungkin terpendek di Kutai Barat.

Jantur Mapan


Selain tinggi, Jantur Mapan berada tidak jauh dari jalan raya sehingga mudah dijangkau. Sayangnya juga air terjun mini ini sudah dilupakan. Banyak gazebo yang terbengkalai dan sangat kotor. Bahkan keadaan sekitar air terjun juga banyak sampah. Namun alhamdulillah air yang mengucur dari air terjun masih sangat jernih.

Apabila teman-teman berkunjung ke Kutai Barat, kunjungilah air terjun ini, terutaman air terjun Jantur Inar yang sangat indah dan alami.
Share on Google Plus

About Shinta Devi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 comments:

Post a Comment