SM-3T : The Life Part 3D (Cooking with Students)

Welcome back to the part 3D of my SM3T experience. Okay, one of many great things I love when I did SM3T program was my students. My students, mind you, were just like those you would encounter in normal high school, starting from good to naughty students. However, the majority of my students are great children. I love them very much. I actually miss them right now.

Anyway, salah satu kegiatan yang saya lakukan adalah memasak bersama siswa. Sebenarnya cara memasak ini diadakan 2 kali. Memasak pertama bersama siswa kelas 3 dan yang kedua dengan kelas 2. Namun karena baterai HP saya waktu itu low pas memasak bersama pertama, maka saya tidak bisa mengambil gambar. Di acara memasak pertama, kami para guru tidak begitu diperbolehkan membantu. Ya katanya karena kami sudah meminjamkan dapur, peralatan dan gas, jadi mereka saja yang memasak dan iuran. Jujur, kami agak nggak enak. Ya soalnya mereka rela iuran untuk membeli ayam yang harganya nggak murah di desa kami. Mereka juga tiba-tiba datang hahaha tanpa pemberitahuan, tapi tidak apa-apa lah. Ya, akhirnya kami cuma bantu-bantu dan cerita-cerita saja dengan mereka. 

Nah pada acara masak bersama yang kedua sebenarnya adalah acara perpisahan. Yang pertama pulang adalah teman-teman saya yang dari Undana dan saya seminggu kemudian. Hari memasak sangat mendadak, dilaksanakan pada pagi sebelum Arif dan Ryma pulang. 

Berbeda dengan acara memasak 1, acara memasak 2 ini sangat ribut karena memang anak-anak kelas 2 ini lebih banyak bicara. Mereka saling bercerita, menyindir, mengolok ya begitulah khas anak-anak.


Karena kami tidak diwajibkan membantu, akhirnya saya cuma bertugas bercerita hahaha Di sela-sela mereka memasak dan mengolah bahan makanan, mereka memberikan banyak pertanyaan. Pertanyaan kebanyakan tentang hidup di Jawa dan kuliah. Ya tentu saya jawab dengan senang hati. Di setiap kesempatan bercerita, saya selalu tidak lupa memberikan petuah-petuah dan memotivasi mereka agar mau menuntut ilmu setinggi-tingginya. Terkadang saya juga menceritakan kisah-kisah orang terkenal yang awalnya hanyalah siswa biasa atau orang biasa. Mereka familiar dengan facebook, jadi itu menjadi bahan cerita saya juga.

Jujur saya kagum ketika mengamati mereka yang lihai dalam memasak. Kebanyakan anak-anak di desa tempat saya mengabdi sudah bisa masak sejak SD walaupun itu sesederhana memasak daun singkong. Saya tidak bisa memasak, namun saya bisa membuat sesuatu yang bisa dimakan. Waktu memutuskan untuk join SM3T saya bahkan tidak memikirkan masalah masak. Saya baru terpikir sekitar sehari sebelum berangkat. Itu juga gara-gara disinggung ibu saya hahahahaha Saya memperhatika teman saya Ryma dan ibu Afli memasak dahulu baru saya akan meniru dan bereksperimen

Ya, saya bereksperimen membuat sesuatu yang bisa dimakan, bukan memasak ahahahaha. Alhamdulillah saya bisa bertahan hidup selama satu tahun di sana dengan kemungkinan sekitar dua bukan tinggal sendiri tanpa teman di rumah. Alhamdulillah saya tidak mengalami sesuatu yang parah seperti food poisoning karena campur aduk bumbu. 

So ini hasil kerja keras siswa-siswa saya. Tampak enak bukan??? Yang paling saya senang yaitu tempe goreng dan sambal ada di sini. Yummy...!

Share on Google Plus

About Shinta Devi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 comments:

Post a Comment