SM3T : The Beginning


Hello everyone, well, I'd like to tell you that I am home now. Saya sudah pulang dari perantauan ke Kalimantan di mana saya mengabdi di Kabupaten Kutai Barat, tepatnya di Kampung Mendika. I have many things I want to tell you guys, so I'll make some posts about my experience. Saya sebenarnya ingin menulis ini ketika saya berada di sana, tapi yah, karena limited signal and electricity dan juga ditambah dengan tugas dari sekolah dan lptk jadi saya hanya bisa membuat cerpen untuk tugas. So, I've decided to write about it after I went home and now here I am.

Let's begin...

Jadi saya berangkat ke Kalimantan tanggal 24 Agustus.2015. Sebelum saya berangkat, saya sebenarnya sudah searching dahulu seperti apa sih Kutai Barat itu. Saya berangkat menuju Bandara Ahmad Yani sekitar pukul 04.30 pagi. Yah masih ngantuk berat, tapi karena kami harus kumpul jam 06.00 pagi jadi tidak ada pilihan.

You know what? I am so excited. Why? Well, shame on me that the reason was not what you probably think. Saya akhirnya bisa naik pesawat hahahaha benar kan?? Saya ini sangat pengen naik pesawat sejak dulu, yah domestik nggak apa-apa deh, yang penting wusshhh naik pesawat. I held my boarding pass in my hand with an excitement of five year old little girl. Bahkan saya sempat pamer sama adik saya yang ikut mengantar saya ke bandara. Ndeso banget bukan?? 

Anyway, setelah menunggu sekitar 2 jam, kami akhirnya harus masuk ke ruang tunggu. Saya yang memang ndeso banget deg-degan dan sampai kebelet pipis beberapa kali. Tapi untungnya bukan pas di pesawat, repot ah, harus ke belakang dahulu. Saya bisa merasakan kaki saya gemetar ketika pengumuman keberangkatan pesawat ke Balikpapan. Saya pun bisa merasakan kalau kaki saya skip a little ketika saya berjalan menuju ke pesawat. 

Ketika saya akhirnya menemukan tempat duduk saya, saya sedikit kecewa karena tempat duduk saya tidak dekat jendela. Saya kan ingin lihat awan -pout- Saya melihat teman saya yang untungnya lumayan dekat dengan saya dan saya berhasil membujuknya untuk tukar kursi yes yes yea! Alhamdulillah...

Saya melihat sekeliling saya dengan excited. Saya bisa melihat expresi nervous dan kegirangan di wajah teman-teman saya, yah tentu saja karena...

"Cie... cie... naik pesawat, cie..." Salah satu teman saya menggoda, kontan kami tertawa, both amused and embarrassed. Come one, we were in a big plane with almost 150 passengers.

Sepanjang perjalanan saya hanya bisa menatap ke luar jendela dan mengagumi ciptaan Allah SWT Masya Allah, birunya Laut Jawa membuat saya kagum, hijaunya hutan Kalimantan membuat gambaran sejuk di hati saya. Namun senyum saya perlahan menghilang ketika melihat banyaknya hutan gundul yang sangat luas. Sangat menyedihkan.

Satu jam kemudian saya mendarat di Bandara Melalan Balikpapan. Bandaranya sangat megah dan jauh berbeda dengan Bandara Ahmad Yani. Saya bahkan capek ketika berjalan mengelilingi bandara. Kami dijemput oleh tujuh mobil minibus yang akan membawa kami menuju Kutai Barat. Perjalanan menuju Kutai Barat ternyata sangat berat. Perjalanan darat ini membutuhkan waktu 12 jam. Tidak hanya lamanya perjalanan, medan yang ditempuh juga sangat ganas. Jalan raya disana sangat berkelok-kelok membuat saya pusing. Ditambah lagi cara menyetir yang sangat cepat, tambah membuat saya pusing dan jujur hampir muntah, namun saya alhamdulillah tidak. 

Kami tiba di Kutai Barat, di Hotel Mahakam Asri pada jam 04.00 pagi. Setibanya di sana, ya kami langsung tepar hahahahaha capeknya bukan main. Sarapan yang disediakan jam 07.00 pagi tidak ada yang menjamah sampai jam 08.30 an, yah maklum lah.

Di Hotel Mahakam Asri, kami juga bertemu dengan kakak angkatan IV yang nantinya akan memberikan wejangan-wejangan kepada kami. Saya bertemu dengan pacar sahabat saya dan saya sangat senang karena setidaknya saya kenal dengan salah satu dari mereka. 

Masalah datang pada siang hari ketika salah satu teman saya mengalami kesulitan dalam mengecek uang. Katanya kartu ATM nya error. Waduh, kontan kami semua panik. Bagaimana tidak, ini kan kartu sakti kami untuk bertahan hidup hahahha Akhirnya saya dan beberapa teman pergi ke ATM yang jaraknya jauh berjalan kaki. Alhamdulillah, kartu saya baik-baik saja. 

Malam harinya, kami berkumpul dengan kakak angkatan IV untuk berbagi wejangan-wejangan. Saya sangat bersyukur karena setidaknya kami mempunyai bahan referensi untuk menjalani hidup di tanah asing ini. Saya tidak begitu khawati karena saya sudah berpengalaman bergaul di luar lingkungan keluarga dan desa saya. Saya selalu mencari sekolah yang tidak hanya bagus, tapi juga jauh. Saya bahkan rela kos dan kuliah di Semarang, jadi saya sudah siap menjalani hidup baru di Kutai Barat.

Esok harinya, tibalah saatnya penerimaan dan penempatan.... Something unexpected happened.

TBC
Share on Google Plus

About Shinta Devi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 comments:

Post a Comment