Movie Review : Black Swan

Director : Darren Aronofsky

Staring : Natalie Portman, Mila Kunis, Vincent Cassel

Black Swan told a story of Nina (Portman), a ballet dancer that had been dreaming to be a Swan Queen. One day, after the casting and seduction session she had with Thomas (Cassel), she finally got the Swan Queen role. However, she had a rival, name Lily (Kunis) which was a real Black Swan in life. A role that she couldn’t really achive because she was more like White Swan in real life.

Nina merupakan seseorang yang tekun. Dia berlatih keras agar suatu saat nanti mendapatkan peran yang diinginkan. Nina lebih seperti seorang anak kecil. Kamarnya serba pink dan kotak musik yang selalu menyanyikan Swan Lake theme song setiap dibuka. Oh ya, bahkan dering HP nya juga seperti itu.

Let’s talk about acting :

Nina
 Natalie Portman as Nina. Tidak dipunkiri bahwa Portman memang pantas ketika dia mendapat Oscar untuk film ini. She was very good in this movie. Aktingnya benar-benar bagus. Transformasinya yang semula White Swan yang rapuh dan lembut menjadi Black Swan yang kejam, penuh misteri sangat bagus. The transformation was amazing. Bahkan kalau saya bilang, seperti pemain balet professional plus actress tingkat tinggi. Saya tidak tahu apakah semua gerakan balet yang indah itu benar-benar dilakukan oleh Portman. Katanya sih iya. Keren banget deh, sumpah! 

Lily
 Mila Kunis as Lily. Lily adalah seseorang yang memiliki bakat dan selalu dipuji oleh Thomas. Tak heran, Nina cemburu dan selalu merasa terancam oleh keberadaannya. Kunis gave a very good performance here. The way she talks,walks, and  acts just like a real Black Swan in real life. 

 Vincent Cassel as Thomas. He was very good in this movie, a total douchebag. Sangat disayangkan tidak dinominasikan Oscar. Cassel dengan baik mampu membuat penonton sangat ingin memukul wajah Thomas. 

Nina and Thomas
Banyak scenes yang membuat the audience wince ketika melihatnya. Like the bathroom scene ketika Nina cuci tangan dan menarik kulitnya itu... hiii bikin gimana gitu. Adegan kaki-kaki Nina yang menjadi satu juga serem. Then a very very disturbing lesbian scene LOL. I was so surprise with that. Entah bagaimana perasaan Portman dan Kunis ketika melakukan adegan itu. Banyak sekali adegan masturbasi dari Nina juga. Membuat saya geleng-geleng kepala saja. Seperti menyuruh balerina harus melakukan hal itu agar dapan memerankan Swan Queen dengan baik. The Swan Lake theme which is always described as very sweet and dramatic theme changes into a very creepy theme that creates a horror atmosphere. Well, at least for me.

Overall, this movie is a good movie. It is dark, entertaining, intense, passionate, and wildly melodramatic. The performances were good, the story was good, the cinematography was very good.

I give this movie : A
Share on Google Plus

About Shinta Devi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 comments:

Post a Comment