Movie Review - Public Enemy (2009)


Director : Michael Mann
Starring : Johnny Depp, Christian Bale, Marion Cortillard


John Dilliger


Public Enemy adalah sebuah film yang diangkat dari kisah seorang gangster ternama di Amerika tahun 1933, John Dillinger (Depp). John merupakan seorang gangster yang memiliki hobi merampok bank dan bersenang-senang tanpa memikirkan rencana selanjutnya. Pada tahun 1930, Dillinger menjadi target utama FIB yang dipimpin langsung oleh Agen Melvin Pruvis (Bale). Di sela-sela pelariannya, John jatuh cinta kepada seorang wanita yang dia temui di sebuah restoran, Billie Frechette (Cotillard).

Michael Mann adalah seorang sutradara yang baik karena berhasil mengahdirkan sebuah drama kriminal yang cukup detail tantang hidup Dillinger.  Film ini bagaikan sebuah pelajaran sejarah tentng kisang hidup seorang mafia pada jaman dulu yang cukup menarik ditonton. Kita bisa menyaksikan tingkah laku Dillinger yang santai, menarik dan pintar dalam menjalankan aksinya.

Agen Purvis
Akting para aktornya pun sangat bagus. Marion Cotilard terlihat sangat meyakinkan sebagai Billie. Cantik, anggun, seductive tapi keras kepala. Johnny Depp mampu memerankan Dillinger dengan baik dan cukup senang juga melihatnya tanpa harus melihat Captain Jack disini. Bale yang berperan sebagi agen Purvis pun mengagumkan. 

Sountrack dan cinematografinya pun bagus. Kita seakan-akan benar-benar dibawa ke tahun 1930an. Tetapi walaupun cukup menarik, film ini memilki beberapa kelemahan. Tension antara Dillinger dan Purvis kurang menegangkan. Hanya adegan di mana Purvis mengunjungi Dillinger saja yang terlihat mendebarkan karena kita melihat dua orang yang saling bertolak belakang berhadap-hadapan. Tetapi tidak setegang Joker vs Batman di ruang interogasi tentunya. Mereka lebih seperti penjahat yang lari tanpa arah dan polisi yang menggunakan beberapa cara untuk menangkapnya.

Untuk menonton film in, kita harus mengetahui tentang tokohnya dahulu karena beberapa adegan di film ini tidak terlalu fokus dan kurangnya pengembangan karakter. Tidak ada faktor wow disini. Di awal kita melihat Dillinger yang suka main main dan Purvis yang dedicated, begitulah juga di akhir.

Mungkin karena pace-nya yang slow, menjadikan film ini menjadi lebih ke drama daripada film gangser. Dengan pace yang cepat, pengembangan karakter dan fokus ke Dillinger vs Purvis mungkin film ini akan lebih menarik. Film ini akan cukup memuaskan bagi para penggemar film gangster . 

I give this movie : B
Share on Google Plus

About Shinta Devi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 comments:

Post a Comment